Memahami Perbedaan Musibah, Bala dan Azab Dalam Al-Qur’an

Memahami Perbedaan Musibah, Bala dan Azab Dalam Al-Qur’an

Terkadang misalnya saat saudara kita ada yang mendapatkan suatu kesusahan, maka kita kadang berucap bahwa orang tersebut mungkin kena azab. Padahal hal tersebut belum tentu kalau ia sedang mendapatkan azab, mungkin saja ia sedang Allah timpakan musibah ataupun Allah sedang memberinya ujian atau Bala’.


Walaupun terlihat memiliki arti yang mirip, tapi tiga istilah ini dalam Al-Quran dimaknai berbeda.


Makna Bala’

Kata-kata bala’ sering kali disebut dalam Al-Quran untuk menunjukkan sebuah ujian dari Allah pada Hambanya. Bahwa tiap manusia yang hidup di dunia ini pastinya tak akan terlepas dari ujian yang diberikan oleh Allah Ta’ala. Bentuk bala’ atau ujian ini tidak hanya terbatas pada kesusahan, kesempitan, tetapi juga ujian itu berupa kebahagiaan dan kelebihan rezeki. Seperti Firman Allah SWT:

 وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu “. (QS. Muhamad: 31).


Allah tidak akan melepaskan manusia itu dari ujiannya, agar dapat diketahui mana orang-orang yang bersabar atau tidak bersabar. Setiap Allah SWT menguji hamba-Nya tentunya sesuai dengan tingkat kemampuannya, dan tak lebih berat dari itu. Jika ia berhasil melewati ujian tersebut, maka ia akan dipilih oleh Allah karena termasuk dalam golongan orang yang sabar dan ikhlas.


Rasulullah Bersabda:

Artinya: “Wahai Rasulallah! Siapakah orang yang paling berat ujiannya? Beliau menjawab, “Para Nabi. Kemudian kalangan selanjutnya (yang lebih utama) dan selanjutnya. Seseorang akan diuji sesuai kadar (kekuatan) agamanya. Jika agamanya kuat, maka ujiannya akan bertambah berat. Jika agamanya lemah maka akan diuji sesuai kadar kekuatan agamanya“. (HR. at-Tirmidzi, an-Nasa’i dan Ibnu Majah)


Artinya: “Tidak ada seorang muslim yang tertimpa cobaan berupa sakit maupun selainnya, melainkan dihapuskan oleh Allah Ta’ala dosa-dosanya, seperti sebatang pohon yang menggugurkan daunnya“. (HR. Muslim)


Makna Musibah

Dalam Al-Qur’an juga sering disebutkan kata-kata musibah untuk menunjukkan sesuatu bencana yang terjadi pada manusia. Namun yang harus dicermati adalah musibah itu itu tak selamanya dapat diartikan sebagai bentuk murka Allah kepada manusia. Musibah bisa berupa kesusahan, kesulitan maupun kesedihan karena mendapat sesuatu yang tak disukai ataupun tak diinginkan. Musibah berbeda dengan bala’. Dimana bala’ adalah ujian yang bisa berupa kesedihan, kesusahan dan kesulitan, dan sekaligus juga bisa berupa kesenangan dan kebahagiaan. Musibah kebanyakan diwarnai dengan kesedihan dan kesusahan.


Allah berfirman :

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)“. (QS. Asy-Syura: 30)


Tujuan Allah memberi Musibah adalah agar manusia itu sendiri dapat lebih mendekatkan diri kepada-Nya, dan menghapus dosa-dosa umat Islam.


Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada satu pun musibah (cobaan) yang menimpa seorang mukmin walaupun berupa duri, melainkan dengannya Allah akan mencatat untuknya satu kebaikan atau menghapus satu kesalahannya” . (HR. Muslim).


Makna Azab

Beberapa kali kata Azab disebutkan dalam Al-Qur’an yang menunjukkan bahwa itu merupakan hukuman Allah berupa siksaan yang dihadapi manusia sebagai akibat dari perbuatan atau kesalahan yang pernah ia perbuat. Azab itu sendiri berupa kepedihan yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang-orang kafir dan orang yang selalu menentang-Nya baik di dunia maupun di akhirat kelak.


Allah berfirman:

 وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَىٰ دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

 “Dan Sesungguhnya kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar)“. (QS. As Sajadah: 21).


Hal yang perlu digaris bawahi adalah bahwa ujian dan musibah diberikan oleh Allah kepada orang-orang muslim agar mereka mendapatkan derajat yang tinggi disisi-Nya jika mereka bersyukur dan bersabar serta diikuti dengan hati yang ikhlas.


Sedangkan azab diberikan kepada orang-orang karena mereka melakukan kesalahan ataupun kejahatan. Azab juga merupakan balasan atas perbuatan jahat yang mereka kerjakan, baik kejahatan itu besar ataupun kecil, semua akan menerima azabnya sesuai dengan yang diperbuatnya.


Dengan mengetahui dan dapat membedakan antara ujian, musibah dan azab, tentunya kita dapat lebih bijak dalam menyebut sebuah bencana dengan istilah bala’ dan musibah, tidak dengan istilah Azab. Harapannya adalah kita bisa terus memperbaiki diri kedepannya agar kita lebih dekat kepada-Nya dan terhindar dari Azab-Nya.


Selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepada kita, dan bersabar serta ikhlas menerima segala ujian dan musibah yang diberikan-Nya merupakan cara yang terbaik bagi kita agar lebih dekat kepada-Nya.