Ikutilah Program Tadarus di Group WhatsApp Penjaga Tradisi Sunnah, dengan periode setiap 15 hari sekali. BERGABUNG

Daftar Makam Nama 100+ Ulama Habaib Sesepuh Terkenal Wonosobo

Keutamaan Ziarah Kubur serta Daftar Nama 100+ Ulama Habaib Sesepuh Terkenal Wonosobo
Makam Bupati Wonosobo kedua, Makam Setjonegoro / Muhammad Ngarpah, Istri Sayid Walid Hasyim, Sayyid Walid Hasyim, Mangundirjo, Ayah Mangun Kusuma / KH. R. Mansyur

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِى شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ أَبِى حَازِمٍ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ زَارَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- قَبْرَ أُمِّهِ فَبَكَى وَأَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ فَقَالَ « اسْتَأْذَنْتُ رَبِّى فِى أَنْ أَسْتَغْفِرَ لَهَا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِى وَاسْتَأْذَنْتُهُ فِى أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِى فَزُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ »
Dari Abu Bakr bin Abi Syaibah dan Zuhair bin Harb, mereka berdua berkata: Muhammad Bin ‘Ubaid menuturkan kepada kami: Dari Yaziid bin Kasyaan, ia berkata: Dari Abu Haazim, ia berkata: Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berziarah kepada makam ibunya, lalu beliau menangis, kemudian menangis pula lah orang-orang di sekitar beliau.

Beliau lalu bersabda: “Aku meminta izin kepada Rabb-ku untuk memintakan ampunan bagi ibuku, namun aku tidak diizinkan melakukannya. Maka aku pun meminta izin untuk menziarahi kuburnya, aku pun diizinkan. Berziarah-kuburlah, karena ia dapat mengingatkan engkau akan kematian”
(HR. Muslim no.108, 2/671)

Keutamaan Ziarah kubur

Haram hukumnya memintakan ampunan bagi orang yang mati dalam keadaan kafir (Nailul Authar [219], Syarh Shahih Muslim Lin Nawawi [3/402]).

Sebagaimana juga firman Allah Ta’ala:
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى
“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya)” (QS. At Taubah: 113)

Berziarah kubur ke makam orang kafir hukumnya boleh (Syarh Shahih Muslim Lin Nawawi, 3/402). Berziarah kubur ke makam orang kafir ini sekedar untuk perenungan diri, mengingat mati dan mengingat akhirat. Bukan untuk mendoakan atau memintakan ampunan bagi shahibul qubur.

Jika berziarah kepada orang kafir yang sudah mati hukumnya boleh, maka berkunjung menemui orang kafir (yang masih hidup) hukumnya juga boleh (Syarh Shahih Muslim Lin Nawawi, 3/402).

Hadits ini adalah dalil tegas bahwa ibunda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mati dalam keadaan kafir dan kekal di neraka (Syarh Musnad Abi Hanifah, 334)
 
Tujuan berziarah kubur adalah untuk menasehati diri dan mengingatkan diri sendiri akan kematian (Syarh Shahih Muslim Lin Nawawi, 3/402)

An Nawawi, Al ‘Abdari, Al Haazimi berkata: “Para ulama bersepakat bahwa ziarah kubur itu boleh bagi laki-laki” (Fathul Baari, 4/325). Bahkan Ibnu Hazm berpendapat wajib hukumnya minimal sekali seumur hidup. Sedangkan bagi wanita diperselisihkan hukumnya. Jumhur ulama berpendapat hukumnya boleh selama terhindar dari fitnah, sebagian ulama menyatakan hukumnya haram mengingat hadits,
لَعَنَ اللَّه زَوَّارَات الْقُبُور
“Allah melaknat wanita yang sering berziarah kubur” (HR. At Tirmidzi no.1056, komentar At Tirmidzi: “Hadits ini hasan shahih”)

Dan sebagian ulama berpendapat hukumnya makruh (Fathul Baari, 4/325). Yang rajih insya Allah, hukumnya boleh bagi laki-laki maupun wanita karena tujuan berziarah kubur adalah untuk mengingat kematian dan mengingat akhirat, sedangkan ini dibutuhkan oleh laki-laki maupun perempuan.

Ziarah kubur mengingatkan kita akan akhirat. Sebagaimana riwayat lain dari hadits ini:
زوروا القبور ؛ فإنها تذكركم الآخرة
“Berziarah-kuburlah, karena ia dapat mengingatkanmu akan akhirat” (HR. Ibnu Maajah no.1569)
Ziarah kubur dapat melembutkan hati. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang lain:
كنت نهيتكم عن زيارة القبور ألا فزوروها فإنها ترق القلب ، وتدمع العين ، وتذكر الآخرة ، ولا تقولوا هجرا
“Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat melembutkan hati, membuat air mata berlinang, dan mengingatkan kalian akan akhirat namun jangan kalian mengatakan perkataan yang tidak layak (qaulul hujr), ketika berziarah” (HR. Al Haakim no.1393)

Ziarah kubur dapat membuat hati tidak terpaut kepada dunia dan zuhud terhadap gemerlap dunia. Dalam riwayat lain hadits ini disebutkan:
كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزوروا القبور فإنها تزهد في الدنيا وتذكر الآخرة
“Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat membuat kalian zuhud terhadap dunia dan mengingatkan kalian akan akhirat” (HR. Al Haakim no.1387)
Al Munawi berkata: “Tidak ada obat yang paling bermanfaat bagi hati yang kelam selain berziarah kubur. Dengan berziarah kubur, lalu mengingat kematian, akan menghalangi seseorang dari maksiat, melembutkan hatinya yang kelam, mengusir kesenangan terhadap dunia, membuat musibah yang kita alami terasa ringan. Ziarah kubur itu sangat dahsyat pengaruhnya untuk mencegah hitamnya hati dan mengubur sebab-sebab datangnya dosa. Tidak ada amalan yang sedahsyat ini pengaruhnya” (Faidhul Qaadir, 88/4)

Disyariatkannya ziarah kubur ini dapat mendatangkan manfaat bagi yang berziarah maupun bagi shahibul qubur yang diziarahi. Bagi yang berziarah sudah kami sebutkan di atas. Adapun bagi shahibul qubur yang diziarahi (jika muslim), manfaatnya berupa disebutkan salam untuknya, serta doa dan permohonan ampunan baginya dari peziarah. Sebagaimana hadits:
كيف أقول لهم يا رسول الله؟ قال: قولي: السلام على أهل الديار من المؤمنين والمسلمين، ويرحم الله المستقدمين منا والمستأخرين وإنا إن شاء الله بكم للاحقون
“Aisyah bertanya: Apa yang harus aku ucapkan bagi mereka (shahibul qubur) wahai Rasulullah? Beliau bersabda: Ucapkanlah: Assalamu ‘alaa ahlid diyaar, minal mu’miniina wal muslimiin, wa yarhamullahul mustaqdimiina wal musta’khiriina, wa inna insyaa Allaahu bikum lalaahiquun (Salam untuk kalian wahai kaum muslimin dan mu’minin penghuni kubur. Semoga Allah merahmati orang-orang yang telah mendahului (mati), dan juga orang-orang yang diakhirkan (belum mati). Sungguh, Insya Allah kami pun akan menyusul kalian” (HR. Muslim no.974)

Ziarah kubur yang syar’i dan sesuai sunnah adalah ziarah kubur yang diniatkan sebagaimana hadits di atas, yaitu menasehati diri dan mengingatkan diri sendiri akan kematian. Adapun yang banyak dilakukan orang, berziarah-kubur dalam rangka mencari barokah, berdoa kepada shahibul qubur adalah ziarah kubur yang tidak dituntunkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Selain itu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga melarang qaulul hujr ketika berziarah kubur sebagaimana hadits yang sudah disebutkan. Dalam riwayat lain disebutkan:
ولا تقولوا ما يسخط الرب
“Dan janganlah mengatakan perkataan yang membuat Allah murka” (HR. Ahmad 3/38,63,66, Al Haakim, 374-375)

Termasuk dalam perbuatan ini yaitu berdoa dan memohon kepada shahibul qubur, ber-istighatsah kepadanya, memujinya sebagai orang yang pasti suci, memastikan bahwa ia mendapat rahmat, memastikan bahwa ia masuk surga, (Ahkam Al Janaiz Lil Albani, 178-179)

Tidak benar persangkaan sebagian orang bahwa ahlussunnah atau salafiyyin melarang ummat untuk berziarah kubur. Bahkan ahlussunnah mengakui disyariatkannya ziarah kubur berdasarkan banyak dalil-dalil shahih dan menetapkan keutamaannya. Yang terlarang adalah ziarah kubur yang tidak sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam yang menjerumuskan kepada perkara bid’ah dan terkadang mencapai tingkat syirik.

Makam Sesepuh Wonosobo

Setiap wilayah baik desa maupun kota mempunyai riwayat yang mengagumkan tentang para pendiri tempat tsb. Tak sedikit dari riwayat yang ada berkaitan dgn sejarah perjuangan agama dan lainnya.

Dan sebagai penerus sejarah hendak nya kita semua mengetahui nama2 tokoh masa lalu disekitar kita untuk mengenang perjuangan dan sejarah sesepuh serta sebagai sifat pengamalan birul walidain.

Karena jika tidak ada masa lalu tentu tidak ada masa kini, demikian juga jika tidak ada yang berjuang dimasa lalu kita tidak mungkin bisa menikmati kehidupan saat sekarang ini.

Berikut daftar nama Tokoh Ulama Habaib yang makam berada di daerah Wonosobo

Kec Kalibawang

  1. KRT Kertowaseso (Mbah Lerik)
  2. Pangeran Sucen
  3. Pangeran Kadjoran
  4. Pangeran Gondo wulan
  5. Kyai Ageng Sosro Wibowo
  6. Kyai Ageng Kepiran
  7. Kyai Sabuk Alu
  8. Kyai Buto Wereng
  9. Tumenggung Kromo Menggolo
  10. Kyai Bhahni

Kec Kepil

  1. Kyai Ageng alap-alap
  2. Kyai Ageng Tanuboyo
  3. Kyai Ageng Margosari
  4. Kyai Ageng Tanggul Angin
  5. Kyai Ageng Gading Suro Negoro
  6. Kyai Ageng Trajumas
  7. Kyai Ageng Senggonowati
  8. Kyai Ageng Wuluh
  9. Kyai Ageng Macanpuro
  10. Kyai Ageng Wayah
  11. Kyai Ageng Kertonolo
  12. Kyai Ageng Sapto Renggo
  13. Kyai Ageng Deselan
  14. Kyai Ageng Murmodipo
  15. Kyai Ageng Djoyodrono
  16. Kyai Ageng Pangulu
  17. Kyai Ageng Adam Sari
  18. Kyai Ageng Djamsari
  19. Kyai Ageng Adjar Sakti
  20. Kyai Ageng Bantar Wulan
  21. Kyai Ageng Bantar Serngenge
  22. Tumenggung Notoyudo
  23. Tumenggung Mangkuyudo
  24. Tumenggung Djogonolo
  25. Tumenggung Brodjo
  26. Kyai Djagal Abilowo
  27. Kyai Agung Selo
  28. Kyai Mangkubumi
  29. Kyai Hasan Dimokrat
  30. Kyai Gumbolo Geni
  31. Kyai Gusti
  32. Kyai Jenggot
  33. Kyai Adjar
  34. Syaikh Abdurrozaq
  35. Syaikh Abdurrohman
  36. Syaikh Abdul Fatah
  37. Syaikh Zuhri Ibrohim
  38. Syaikh Zuhri Syamsuddin
  39. Syaikh Achmad Thohari
  40. Syaikh Abdul Wahhab
  41. Syaikh Abdul Basyir
  42. Syaikh Abdullah Syajad
  43. Raden Haji Ismail
  44. Raden Haji Nasrulloh

Kec Sapuran

  1. Kyai Ageng Suropati
  2. Kyai Ageng Surodento
  3. Kyai Ageng Pencongan
  4. Kyai Ageng Umarmoyo
  5. Kyai Ageng Asmorogati
  6. Kyai Ageng Asmorosufi
  7. Kanjeng Empu Supo
  8. Raden Ustadz Honggo Dipuro
  9. Raden Haji Ansorulloh
  10. Raden Haji Nur Iman 
  11. Raden Haji Abdurrohman
  12. Raden Haji Hasan Ali
  13. Raden Tholabuddin
  14. Raden Haji Ibrohim 
  15. Raden Joko Sundang
  16. Raden Ayu Rorokuning
  17. Raden Marhamah
  18. Raden Noyopati
  19. Raden Amir Hasan
  20. Adipati Wiroduto
  21. Adipati Wirobumi

Kec Kalikajar

  1. Kyai Ageng Namu-namu
  2. Kyai Ageng Purwojiwo
  3. Kyai Ageng Wasyi
  4. Kyai Ageng Honggo Yudo
  5. Raden Santri
  6. Raden Condro Geni
  7. Raden Condro Mowo
  8. Raden Simbar Yudo
  9. Raden Simbar Sari
  10. Raden Sosro Yudo
  11. Syaikh Abdillah Sajad
  12. Syaikh Ma'sum
  13. Syaikh Abdillah Syakur

Kec Kertek

  1. Kyai Ageng Pager Wojo
  2. Kyai Ageng Tlogo
  3. Tumenggung Nitiyudo 
  4. Tumenggung Honggo Bawono
  5. Tumenggung Honggoyudo
  6. Tumenggung Niti Bawono
  7. Raden Murtaqo
  8. Raden Sumantri
  9. Raden Hasan Kusumo
  10. Raden Sungeb
  11. Raden Syahid
  12. Raden Salim

Kec Selomerto

  1. Kyai Ageng Wongsoyudo
  2. Kyai Ageng Abdillah Wanusebo 
  3. Kyai Ageng Citro Yudo 
  4. Raden Pujomanik
  5. Raden Sarijan
  6. Kanjeng Tumenggung Djogonegoro
  7. Raden Joyokusumo (Mbah Guntur Geni)
  8. Raden Mangundipo
  9. Syeh KH. Abdus Syakur

Kec Wadaslintang

  1. Kyai Ageng Besuki
  2. Kyai Ageng Kemutug
  3. Kyai Ageng Saler Bumi
  4. Kyai Ageng Panerusan (sayid Rohmatulloh)
  5. Kyai Ageng Tirip (Sayid Mahmud)
  6. Kyai Ageng Wadaslintang (sayid Djakfar)
  7. Kyai Ageng Gowong (raden Hasan)
  8. Kyai Ageng Somogede
  9. Kyai Ageng Ngalihan
  10. Kyai Ageng Giyombong
  11. Kyai Ageng Tajul Arif
  12. Syaikh Jalaluddin
  13. Syaikh Nawawi
  14. Syaikh 'Abdillah
  15. Syaikh Ayub
  16. Habib Awud bin Yahya (Mbah Blawong)

Kec Kaliwiro

  1. Kyai Ageng Selokambang
  2. Kyai Ageng Panusupan
  3. Kyai Ageng Lamuk
  4. Kyai Ageng Miriyudo
  5. Kyai Ageng Karang Mangu
  6. Kyai Ageng Watu lawang 
  7. Tumenggung Selomanik
  8. Tumenggung Rogo Yudo
  9. Syaikh Dampu
  10. Syaikh Dimyati

Kec Leksono

  1. Kyai Ageng Giling Wesi
  2. Kyai Ageng Sekaran
  3. Kyai Ageng Suro Yudo 
  4. Kyai Ageng Rogo jati 
  5. Tumenggung Yudo Kusumo
  6. Tumenggung Kartoyudo
  7. Kyai Demang Wirosastro

Kec Wonosobo 

  1. Kyai Ageng Madukoro
  2. Kyai Ageng Kramat
  3. Kyai Ageng Sabuk Alu
  4. Kyai Ageng Walik
  5. Kyai Ageng Honggo Derpo
  6. Kyai Ageng Mansyurulloh
  7. Kyai Ageng Getas
  8. Tumenggung Djogoyitno
  9. Tumenggung Wonontoro
  10. Pangeran Purdaningrat
  11. Pangeran Purdokusumo

Kec Mojotengah

  1. Kyai Ageng Tegalsari
  2. Kyai Ageng Sindurejo
  3. Kyai Ageng Kemuning 
  4. Kyai Ageng Singosuto
  5. Syaikh Abdillah Quthbuddin
  6. Syaikh Nidak Muhammad (Pangeran Hadiwidjoyo)
  7. Syaikh As'ari
  8. Syaikh Ibrohim 
  9. Syaikh Muntaha
  10. Syaikh Chasbulloh
  11. Syaikh Abdulmanan
  12. Syaikh Umar Sutodrono
  13. Kanjeng Sunan Bakung

Kec Watumalang

  1. Kyai Ageng Binangun
  2. Kyai Ageng Djimantoro
  3. Kyai Ageng Martokondo
  4. Kyai Ageng Malang Gati
  5. Syaikh Ghozali
  6. Tumenggung Tjokroyudo

Kec Garung

  1. Kyai Ageng Menjer
  2. Kyai Ageng Sendangsari
  3. Kyai Ageng Mloyogati
  4. Kyai Ageng Garung
  5. Tumenggung Potrokusumo

Kec Kejajar

  1. Kyai Ageng Adam sari
  2. Kyai Ageng Kuniran
  3. Kyai Ageng Pulosari
  4. Kyai Ageng Rowojali
  5. Kyai Ageng Salim
  6. Kyai Ageng Bismo
  7. Kyai Ageng Penanggungan
  8. Tumenggung Gagak Banyu
  9. Tumenggung Selomanik 
  10. Tumenggung Parikesit
  11. Tumenggung Kolodete
  12. Tumenggung Gajahyudo

Itu diantara sesepuh Ulama dan Habaib yang ada di wilayah wonosobo dan tentunya masih banyak yang belum tertulis karena keterbatasan penulis.

Sekiranya daerah lain bisa menyusul, apabila kalian tahu makam lain, silahkan tulis di kolom komentar.

Mohon maaf jika banyak kesalahan dalam penulisan.

Sumber: http://wiyonggoputih.blogspot.com/
Pengalaman adalah Guru Terbaik. Oleh sebab itu, kita pasti bisa kalau kita terbiasa. Bukan karena kita luar biasa. Setinggi apa belajar kita, tidahlah menjadi jaminan kepuasan jiwa, yang paling utam…

Posting Komentar

© EL-ZENO . All rights reserved. Developed by Jago Desain