Misteri Gerakan Sholat - Membentuk Lafadz Allah

Misteri Gerakan Sholat - Membentuk Lafadz Allah

Dzat Tuhan YME (Allah SWT) secara umum menjadi hal yang maha mistery, padahal selain wujud yang maha gaib (misteri), Allah SWT juga wujud yang maha materi (maha nyata) atau dalam bahasa Asmaul Husna disebut Ad-Dhohiru wal Bathin (Yang Maha Nyata/Matery dan Yang Maha Gaib/Mistery). Dua Sifat Allah SWT yang sesungguhnya wajib untuk diketahui, dipahami dan diaplikasikan dalam beragam kehidupan di bumi alam semesta raya ini.

Allah SWT Yang Maha Gaib (Maha Misteri), semua orang khususnya yang beragama Islam tentunya mengetahui, memahami dan merasakan keberadaan-Nya, bahkan sangat meyakini existensi-Nya, sehingga masyarakat muslim pun mau menyembah, memuji, mengagungkan dan memulyakan-Nya, dengan menjalankan perinta-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Namun rasanya sangat ironis sekali, jika meyakini sesuatu tanpa didasari dengan penglihatan, pendengaran dan pemahaman yang jelas dan nyata, apalagi meyakini sesuatu yang maha menentukan baik buruknya kehidupan yang dijalani selama hidupnya, baik di kehidupan dunia maupun akhirat, tentunya tidak sekedar asal percaya atau yakin. Sedangkan kita mau mempercayai seseorang dalam hal apa pun, harus lah jelas dan detil, apalagi kepada yang dipertuhankan dalam segala hal.

Dan realitanya Allah itu Maha Ada, Maha Wujud, Maha Nyata dan Maha Materi, tentunya ini yang harus diungkap, harus diketahui dan dipahami, agar keyakinan diri pun benar-benar menjadi haqul yakin.

Baik lah, dalam hal ini penulis akan mengungkap dan menjelaskan Wujud Allah SWT yang selama ini Maha Mistery, Maha Bathin atau Maha Gaib, berdasarkan dari pembelajaran dari beberapa orang guru spiritual penulis, yang terus diteliti, dikaji, dipahami, diuji dan dibuktikan kebenarannya oleh penulis.

Rangkaian Huruf yang Membentuk Lafadz Alloh

Dari rangkaian huruf Arab yang menyusun dan membentuk lafal Allah, terdapat 4 huruf yaitu, alif, lam-1, lam-2 dan ha, selain itu terdapat 5 harakat yaitu fathah diatas alif, tasjid, fathah tegak diatas lam-2. dlomah diatas ha dan sesungguhnya ada sukun diatas lam-1.

Lafal Allah tersebut sesungguhnya bermakna, berarti dan berenergy bumi alam semesta raya ini, yang secara globalnya tersusun dari 9 unsur alam, yaitu 4 unsur alam lahir (api, angin, air dan tanah) yang maha materi (maha dhohir/nyata), dan 5 unsur alam bathin yang maha mistery (maha gaib).

Misteri Gerakan Sholat - Membentuk Lafadz Allah

Mari kita kaji lebih dalam dari masing-masing huruf tersebut. Huruf (Alif) menyimbolkan materi api yang memiliki sifat berdiri tegak lurus, membakar, menghanguskan, memanaskan, menghangatkan dan menerangi, huruf (Lam-1) menyimbolkan materi angin yang bergerak ke depan ke belakang, ke kanan dan ke kiri, bersifat menyejukan dan menghembuskan, huruf (Lam-2) menyimbolkan materi air yang bersifat mensucikan, membersihkan dan menyegarkan, dan huruf (Ha) menyimbulkan materi tanah yang bersifat diam, tenang atau duduk manis.

Makna Harokat Lafadz Alloh

Sedangkan makna dan kekuatan dari masing-masing harakat adalah simbol dan kekuatan gaib, yaitu : (fathah miring) diatas huruf alif merupakan simbol dari kekuatan iblis yang tercipta dari unsur api yang membawa peran untuk menggoda dan menyesatkan manusia, harakat (sukun) diatas lam-1 menyimbolkan kekuatan leluhur manusia yang memang existensinya ada di unsur angin dan bergerak kesana kemari, harakat (tasjid) merupakan simbol dari kekuatan inti (energi) alam, harakat (fathah tegak lurus) diatas tasjid menyimbolkan kekuatan malaikat yang memiliki peran untuk membawa manusia ke jalan yang benar dan sejati, dan harakat (dlomah) adalah simbol kekuatan siluman yang sesungguhnya memiliki peran menjaga dan mengendalikan harta kekayaan.

Kaitan dengan 9 Unsur Kehidupan

Kehidupan alam bumi ini sesungguhnya juga terdiri dari 9 unsur kehidupan lahir (terlihat, terdengar, terpahami dan terasa) keberadaannya, yaitu : Manusia (1), Binatang (2), Tumbuhan (3), Tanah (4), Air (5), Api (6), Angin (7), Awan (8), Cahaya Alam (9). Dan manusia lah  yang menjadi Inti dari kehidupan bumi alam semesta raya ini.

Itulah kenapa di dalam agama Islam diwajibkan untuk menjalankan sholat 5 waktu, yang sesungguhnya tujuan dan fungsi dari sholat itu adalah untuk menyesuaikan atau menyelaraskan diri (manusia) dengan alam ini, sebab hanya dengan keselarasan antara diri dengan alam ini lah manusia akan mendapatkan kehidupan yang tenang, tentram, bahagia, makmur, sejahtera, jaya dan mulya.

Kaitan dengan 4 Unsur Alam

Gerakan sholat merupakan gerakan penyelarasan dengan 4 unsur alam (air, api, tanah, angin)
Mari kita kaji makna, arti dan energy dari sholat itu sendiri, pertama adalah takbiratul ikhram (tegak lurus) adalah bertujuan untuk menyelaraskan diri dengan sifat api yang tegak lurus, gerakan ruku adalah penyelarasan diri dengan unsur angin yang bergerak kedepan dan kebelakang, gerakan sujud bermakna dan bertujuan untuk menyelaraskan dengan sifat air yang selalu mencari titik terendah, dan gerakan tahyat (duduk) adalah penyelarasan dengan sifat tanah yang diam. Dan semua gerakan sholat tersebut tentunya dengan tujuan agar diri manusia mampu menjadi Inti dari segala unsur kehidupan yang ada di bumi alam semesta raya ini, yaitu menjadi Khalifah yang mewakili  keseluruhan  dari kehidupan bumi alam semesta raya ini (atau yang disebut dengan Allah SWT).

Kesimpulan

Jadi sesungguhnya wujud dari Allah SWT adalah totalitas dari wujud bumi alam semesta raya ini, atau dalam bahasa agama Islam disebut dengan Wahdatul Wujud (Wujud Yang Maha Tunggal/Esa), bahwa setiap wujud yang ada di alam semesta raya ini adalah wujud-NYA.

Ini lah salah satu dari wujud dzat Allah SWT (Wahdatul Wujud)

Ini juga bagian dari wujud dzat Allah

Itulah kenapa kita seringkali melihat dan menemukan lafal Allah SWT ada di batu-batu, ada di berbagai tumbuhan  (di daun, pohon, buah, akar), di berbagai binatang (kambing, ikan, sapi, telur, dll), ada di awan, di air, di asap, di api dan ada di benda-benda lainnya yang semuanya itu Allah SWT menunjukan bahwa “inilah wujud-wujud-KU ada dimana-mana, ada di setiap wujud”

Dan manusia adalah wujud dzat tuhan yang maha sempurna, dimana antara manusia satu dengan manusia lainnya saling terkoneksi, sama-sama terikat oleh nyawa yang terhembus dengan Ruh Ilahiah yang maha tunggal, dan sama-sama tersusun oleh empat (4) unsur alam yang membentuk fisik jasmani dan rohaninya, sama-sama bernapas dengan udara yang maha tunggal dan sama-sama berpijak, makan dan minum dari saripati  bumi yang tunggal.

Jadi secara keseluruhan, manusia adalah wujud dzat yang maha tunggal, sebagaimana dalam ajaran agama pun dinyatakan bahwa Allah SWT lebih dekat dari urat leher, artinya dzat tuhan menyatu dalam jiwa raga setiap manusia, hanya tugas dan peran jatidiri dari masing-masing manusia lah yang berbeda antara manusia satu dengan manusia lainnya.

Jika diibaratkan dari keseluruhan manusia yang ada di bumi alam semesta raya ini adalah satu susunan jasmani dan rohani manusia,


Baca Juga : Hubungan Antara 4 Unsur (Api, Angin, Air, Tanah) Dengan Gerakan Sholat