Biografi Syeh Subakir, Penakluk Raja Jin Gunung Tidar

Biografi Syeh Subakir, Penakluk Raja Jin Gunung Tidar

Sejarah Syeh Subakir

Beliau adalah Syekh Tambuh Aly Ben Syekh Baqir (Syekh Subakir) bin Abdulloh bin Aly bin Ahmad bin Aly bin Ahmad bin Abdulloh bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Aly bin Abubakar bin Salman bin Hasyim bin Ahmad bin Badrudin bin Barkatulloh bin Syafiq bin Badrudin bin Omar bin Aly bin Salman Alfarisiy Asshohabi Rodliyallohu anhu waanhum ajmain.

Beliau dilahirkan tanggal 20 Romdlon 787 H. di Demak. Wafat 21 Syawal 1021 H. di Condro. Beliau pernah menuntut ilmu agama di Masjidil Haram Mekkah selama 10 tahun. Beliau siang puasa, baca Qur’an malam hari, dzikir malam LA ILAHA ILLALLOH dan membaca sholawat pada siang hari. Asal beliau dari Parsi atau sekarang dikenal dengan nama Iran. Thoriqot beliau thoriqoh MAGHROBIYAH.

Nasab Syeh Subakir

Sebagaimana atas komentar pada artikel ini dari Saudara Muhamad yang memberi komentar pada tanggal 14 Februari 2008. (Kami sangat berterima kasih dalam hal ini). Dari wujud rasa terima kasih kami, maka akan kami muat pada artikel revisi ini tanpa merubah satu huruf pun.

Nasab Ahlul Bait Nabi Dari Keluarga Alawiyin
  • Ali bin Abi Thalib
  • Siti Fathimah Al-Zahra Al-Batul
  • Husein bin Ali bin Abi Thalib
  • Ali Zainal Abidin
  • Muhammad Al-Baqir
  • Ja'far Ash-Shodiq
  • Ali Al-Uraidhi
  • Muhammad An-Naqib
  • Isa naqib Ar-Rumi
  • Ahmad Al-muhajir
  • Ubaidillah
  • Alawi awwal
  • Muhammad sohibus saumi'ah
  • Alwi ats-tsani
  • Ali Khali' Qasim
  • Muhammad Shahib Mirbath (hadramaut)
  • Alwi Ammil Fagih(hadramaut)
  • Abdul Malik al muhajir (nasrabad india)
  • Abdullah al azhomatu khan.
  • Ahmad Jalaludin al khan ( sayyid ahmadsyah jala)
  • Ali Nuruddin al khan ( sayyid ali nurul alam)
  • Syekh Subakir alias Muhammad Al Bagir alias maulana Mansyur.
  • Ahmad alias Raden Sahur alias Tumenggung Wilatikta.
  • Raden Said alias Raden Abdurahman alias sunan kalijaga Demak.
  • Raden Umar said alias sunan Muria.
  • Pangeran Santri alias Sunan Kadilangu Demak.

Isteri-isteri beliau :

1.    Cut Nazilah dari Aceh
2.    Sheikhoh Aisyah Binti Muhammad Al Marbawi dari Aceh
3.    Signorita Miguela dari Portugis
4.    Roro Wulandari Bibi dari Minak Koncar Lumajang.

Keturunan-keturunan beliau tersebar di beberapa Bangsa

Kekeramatan Syeikh Abdurrohman Assyaibani RA adalah :
1.    Bisa berbicara semua Bahasa, termasuk bahasa Malaikat, jin dan Hewan.
2.    Segala Hajat yang dinginkan beliau pasti terkabul, karena keramat beliau KUN FAYAKUN.
3.    Dalam berdakwah tidak membutuhkan kendaraan, kemana-mana asal tujuan dakwah bisa sampai tujuan dalam hitungan Detik.

Fatwa-fatwa Syeikh Abdurrohman Assyaibani RA:

a.    Allah itu Maha Segalanya.
b.    Taqwa itu Sholat, Tasbih dan Puasa
c.    Islam itu Damai seluruh Dunia
d.   Ilmu itu supaya bertambah, harus di Amalkan.
e.    Makan itu untuk Hidup, kalau tidak terpaksa Tidak Makan
f.     Hukum dan Pemeritah itu apa Kata Rakyat

Murid-murid Syeikh Abdurrohman Assyaibani RA:

a.    Syekh Abdullah (dulu makamnya di SDN1 atau BRI Lumajang. Sekarang dipindah ke  makam umum Jogoyudan Lumajang)
b.    Syekh Muhammad Anas dari Demak. (Makamnya di belakang Masjid Jamik Anas Mahfud Lumajang)

Wilayah da’wah beliau Lumajang dan sekitarnya. Perjuangannya menyebarkan agama Islam memberi pencerahan mengatasi kegelapan dan kemusyrikan masyarakat. Dengan keramatnya semua manusia dan hewan tunduk menuruti ajakan beliau dengan senang hati.

”Dalam legenda yang beredar di Pulau Jawa dikisahkan, Sudah beberapa kali utusan dari Arab, untuk menyebarkan Agama Islam di tanah Jawa khususnya, dan Indonesia pada umumnya telah gagal secara makro. Disebabkan orang-orang Jawa pada waktu itu masih kokoh memegang kepercayaan lama. Dengan tokoh-tokoh gaibnya masih sangat menguasai bumi dan laut di sekitar P Jawa. Para ulama yang dikirim untuk menyebarkan Agama Islam mendapat halangan yang sangat berat, meskipun berkembang tetapi hanya dalam lingkungan yang kecil, tidak bisa berkembang secara luas. Secara makro dapat dikatakan gagal. Maka diutuslah Syeh Subakir untuk menyebarkan agama Islam dengan membawa batu hitam yang dipasang di seantero Nusantara, untuk tanah Jawa diletakkan di tengah-tengahnya yaitu di gunung Tidar . Efek dari kekuatan gaib suci yang dimunculkan oleh batu hitam menimbulkan gejolak, mengamuklah para mahluk : Jin, setan dan mahluk halus lainnya. Syeh Subakirlah yang mampu meredam amukan dari mereka. Akan tetapi mereka sesumbar dengan berkata: “ Walaupun kamu sudah mampu meredam amukan kami, kamu dapat mengembangkan agama Islam di tanah Jawa, tetapi Kodratullah tetap masih berlaku atas ku ingat itu wahai Syeh Subakir.” “Apa itu?” kata Syeh Subakir. Kata Jin, “Aku masih dibolehkan untuk menggoda manusia, termasuk orang-orang Islam yang imannya masih lemah”.

Syekh Subakir diutus ke Tanah Jawa bersama-sama dengan Wali Songo Periode Pertama, yang  diutus oleh Sultan Muhammad I dari Istambul, Turkey,  untuk berdakwah di  pulau Jawa pada tahun 1404,  mereka  diantaranya:
1.   Maulana Malik Ibrahim, berasal dari Turki, ahli mengatur negara.
2.   Maulana Ishaq, berasal dari Samarkand, Rusia Selatan, ahli pengobatan.
3.   Maulana Ahmad Jumadil Kubro, dari Mesir.
4.   Maulana Muhammad Al Maghrobi, berasal dari Maroko.
5.   Maulana Malik Isro’il, dari Turki, ahli mengatur negara.
6.   Maulana Muhammad Ali Akbar, dari Persia (Iran), ahli pengobatan.
7.   Maulana Hasanudin, dari Palestina.
8.   Maulana Aliyudin, dari Palestina.
9.   Syekh Subakir, dari Iran, Ahli menumbali daerah yang angker yang dihuni jin jahat.

Penakluk Jin

Ada sebuah dongeng yang mengisahkan bahwa pada zaman dahulu daerah ini merupakan kerajaan jin yang diperintah oleh dua raksasa. Syekh Subakir, seorang penyebar agama Islam, datang ke daerah ini untuk berdakwah. Tidak rela atas kedatangan Syekh tersebut terjadilah perkelahian antara raja Jin melawan sang Syekh. Ternyata Raja Jin dapat dikalahkan oleh Syekh Subakir. Raja Jin dan istrinya kemudian melarikan diri ke Laut Selatan bergabung dengan Nyai Rara Kidul yang merajai laut Selatan. Sebelum lari Raja Jin bersumpah akan kembali ke Gunung Tidar kecuali rakyat didaerah ini rela menjadi pengikut Syekh Subakir.