Perhatikan 7 Kesalahan Dalam Menghafal Al-Qur'an

Perhatikan 7 Kesalahan Dalam Menghafal Al-Qur'an


Sebagai muslim tentunya kita sangat ingin hafal Al-Qur'an 30 juz. Namun, banyak hal yang menjadi kendala sehingga tidak mencapai target tersebut. Berikut ini ada beberapa kesalahan yang selama ini kita lakukan dalam usaha menghafal Al-Quran:

Tidak diniatkan karena Allah

Kalau kita menghafal Al-Quran bukan karena Allah, maka akan terasa berat. Contohnya kita menghafal Al-Quran hanya sekedar melaksanakan tugas sekolah, ingin disebut Al-Hafidz, ingin dapat jodoh, ingin dapat pekerjaan, dll. Niatkanlah bahwa kita menghafal hanya untuk Allah semata. Maka dalam proses menghafal akan terasa ringan dan menyenangkan.

Meninggalkan qiraah shahihah

Kita ketahui bahwa membaca Al-Quran itu ada kaidahnya yang disebut dengan tajwid. Ada orang yang sudah hafal Al-Quran tapi bacaannya tidak sesuai tajwid. Biasanya untuk memperbaiki bacaan orang sudah hafal Al-Quran itu lebih sulit. Tentunya hal ini tidak kita inginkan. Jadi kalau kita belum benar bacaan Al-Qurannya dan ingin menghafal Al-Quran sebaiknya menghafal dengan cara talaqi terlebih dahulu. Talaqi itu bacaannya dicontohkan terlebih dahulu oleh guru lalu kita mengulangnya. 

Tidak murajaah

menambah hafalan tapi tidak murajaah maka hafalan lama akan terlupakan. Sempatkan selalu untuk mengulangi hafalan baik itu dengan dibaca dalam shalat, setor ulang, atau murajaah sendiri.

Ingin cepat dan banyak

Pada dasarnya ingin cepat menghafal itu tidak salah. Hanya saja, jangan sampai kita menghafal satu ayat dan belum mutqin tapi ingin nambah lagi. Nantinya kita akan repot ketika murajaah serasa menghafal dari awal.

Tidak punya waktu untuk Al-Qur'an

Kita harus menyisihkan waktu yang cukup luang untuk berinteraksi dengan Al-Quran. Contohnya kita mengkhususkan waktu maghrib sampe isya hanya untuk belajar dan menghafal Al-Quran. Ingin menghafal Al-Quran tapi tak ada waktu khusus bersama Al-Quran maka tidak akan optimal hasilnya.

Tidak punya guru/partner

Kita boleh menghafal sendiri tapi tetap saja kita harus menyetorkan kepada guru atau partner. Fungsi guru adalah sebagai pengkoreksi bacaan kita. Adapun fungsi partner menghafal adalah penyemangat dan saling berbagi tips dalam menghafal.

Tidak konsisten dan komitmen

Satu hal lagi kesalahan kita dalam menghafal adalah tidak konsisten dan komitmen. Ada kalanya kita rajin menghafal namun dikala tidak semangat kita malah malas-malasan. Kuatkan komitmen dalam menghafal Al-Quran sehingga kita menghafal dengan konsisten.