Mengapa Kita Harus Mandi Wajib?

Mengapa Kita Harus Mandi Wajib? Bagi orang awam, akan bertanya-tanya, mengapa sebagai orang Islam, setelah melakukan hubungan intim, keluar sperma, haid, nifas, wajib melaksanakan mandi besar atau mandi wajib?. Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang kritis. Sebab setiap hari kita mandi 3 kali, pagi, siang, dan sore. Akan tetapi, mandi biasa tidak bisa mewakili mandi wajib. Karena mandi wajib harus dilakukan dengan tatacara tersendiri.

Perlu anda ketahui, di dalam Islam dikenal dengan sebutan taharah, sesuci. Sesuci bagi orang Islam bukan hanya dari najis saja, namun dari hadas juga. Maksudnya bagaimana?

Mengapa Kita Harus Mandi Wajib?
Pengertian najis mungkin bisa anda pahami, bahwa bendanya bisa dilihat, seperti kotoran ayam, kotoran manusia, air kencing dan lain lain. Bendanya bisa dilihat dan diraba. Semua itu cara mensucikannya dengan menghilangkan bendanya, baunya, dan rasanya, dengan menggunakan air. Bila sudah tidak ada benda, bau, dan rasanya, maka dianggap suci.

Bila pakaian kita terkena najis, misalnya, harus disucikan jika hendak akan melaksanakan ibadah sholat. Kalau tidak, maka sholatnya tidak sah. Selain pakaian, tempat sholat juga harus suci dari najis. Oleh karena itu, ini adalah pengertian dari mensucikan diri dari najis.

Selain najis, ada juga hadas. Hadas itu apa? hadas adalah sesuatu yang bisa menghalangi sahnya melakukan ibadah. Contohnya, kentut, keluar sperma, dan lain lain. bentuknya tidak bisa dilihat sebagaimana kotoran, hanya saja, ini bisa ada karena setelah melakukan sesuatu.

Orang yang habis melakukan hubungan intim, diwajibkan mandi karena dia menanggung hadas. Pada dirinya terdapat sebuah hadas besar dan cara membersihkannya harus dengan mandi besar. Sedangkan hadas kecil, seperti akibat kentut, kencing, sentuhan kulit bukan muhrim, cara membersihkannya dengan wudlu. Beda dengan hadas besar, dia harus mandi wajib dengan tatacara tertentu.

Yang membedakan antara mandi besar dengan mandi biasa adalah pada niatnya. Jika mandi biasa tanpa niat dan hanya bisa membersihkan badan dari kotoran, sedangkan hadas besar harus diawali dengan niat dan bisa membersihkan hadas pada tubuh. Sehingga bila sudah bersih dari hadas, maka orang tersebut bisa melakukan ibadah karena sudah dianggap suci.

Berbeda jika belum mandi, maka tidak diperbolehkan beribadah, jika melakukan ibadah, maka ibadahnya secara syariat akan tidak sah. Karena tidak memenuhi syarat dan rukun ibadah.

Setidaknya inilah mengapa diwajibkan mandi besar bagi orang Islam. Hanya satu bedanya dengan mandi biasa, yakni niat.

Tatacara Mandi Besar

Bagi yang ingin mandi besar, bisa melakukan beberapa langkah berikut ini:

Niat. Niat saat bersamaan akan mengguyur air pada tubuh.

Baca : Lafadz Niat Mandi Junub atau Mandi Besar

Membasahi seluruh tubuh. Perlu diketahui, mandi wajib bisa sah apabila seluruh anggota badan terkena air, mulai dari ujung rambut hingga kaki. Jika ada penghalang pada kulit, seperti kaki terkena cat, maka wajib mengulang. Makanya, harus jeli bila ingin mandi besar. Harus bisa mengalirkan air secara menyeluruh ke tubuh, khususnya bagian lekukan tubuh, seperti perut, telinga, ketiak, selakangan, dan lain lain.

Menganggap sudah merata. Jika air sudah dianggap merata ke seluruh tubuh, maka dianggap sudah sah. Hal ini dilakukan dengan persangkaan hati.

Dalam melakukan mandi wajib, harus dengan air yang banyak. Tidak boleh dengan air sedikit, seperti 1 galon. Ukuran air untuk mandi besar adalah dua kulah, kalau bisa lebih. Jika kurang dari itu, maka mandinya tidak sah. Sebab air yang digunakan untuk mandi, jika terkena percikan air yang sudah digunakan untuk mandi, akan menjadi musta’mal. Air musta’mal merupakan air suci, tapi tidak bisa digunakan untuk sesuci. Maka dari itu sebaiknya isilah bak mandi penuh. Atau kalau bisa mandi di kali, akan lebih mudah dan aman.

Demikian artikel tentang mengapa kita harus mandi wajib, semoga tulisan ini bermanfaat. Selamat membaca!!