Merayakan Ulang Tahun dalam Islam

Merayakan Ulang Tahun dalam Islam. Kabar meninggalnya Sandy alias Gepeng saat dikerjai teman-temannya lantaran sedang ulang tahun tentu membuat banyak orang kaget. Seketika berita tersebut meluas ke masyarakat lantaran diberitakan berbagai media nasional dan juga disebarluaskan melalui media sosial.

Seperti yang dikutip situs berita detikcom, Sandy tewas seketika karena tersengat aliran listrik saat kawan-kawannya mengerjainya dengan cara mengikatnya di tiang lampu lapangan futsal di Serpong Tangerang Selatan. Peristiwa itu terjadi pada pukul 00.05 WIB, Senin (26/9/2016) tepat saat hari kelahiran Sandy.

Merayakan Ulang Tahun dalam Islam
Perayaan Ulang Tahun yang berlebihan dengan cara mengikat. Foto: www.brillio.net


Selain kasus tersebut, sudah jamak kita melihat , terutama remaja begitu semangat dalam merayakan ulang tahun. Berbagai jenis perayaan yang cenderung hura-hura, seperti menaburi tepung, dikerjai habis-habisan, hingga pesta minuman keras sudah menjadi kebiasaan umum. Perayaan ulang tahun yang harusnya diperingati dengan penuh rasa syukur berubah menjadi tradisi foya-foya.

Menyikapi fenomena perayaan ulang tahun yang cenderung foya-foya, lantas Perlukah umat islam merayakan ulang tahun? Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita harus mengetahui terlebih dahulu sejarah perayaan ulang tahun.

Perlu anda ketahui jika perayaan ulang tahun merupakan tradisi yang berasal dari eropa yang mucul sejak ratusan tahun yang lalu. Masyarakat pada waktu itu percaya, saat seseorang berulang tahun maka iblis akan ramai-ramai mendatanginya. Guna melindungi orang yang sedang ulang tahun maka diundanglah banyak orang untuk menemaninya sembari membacakan doa-doa. Mereka juga memberikan kado yang dipercaya akan menimbulkan rasa gembira bagi yang sedang ulang tahun sehingga iblis enggan untuk mengganggunya. (Tabloid Nova, 679/XIV. 4 Maret 2001)

Jika melihat sejarah perayaan ulang tahun tersebut, maka kita harus mengoreksi diri terlebih dahulu apakah tujuan dari perayaan yang anda lakukan. Seandainya hanya untuk adat, tradisi atau mengikuti perkembangan zaman saja tentu hal itu patut dipertanyakan urgensinya. Rasulullah Muhammad SAW telah bersabda:

من تشبه بقوم فهو منهم

Artinya: Orang yang meniru suatu kaum ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut. (HR. Abu Dawud)

Hadis tersebut secara tegas menjelaskan, jika umat islam dilarang meniru kebiasaan/adat istiadat yang tidak baik dari suatu kaum. Apalagi perbuatan tersebut terdapat unsur haram yang melanggar syariat dan berlebih-lebihan hingga menghilangkan nyawa seseorang seperti perayaan ulang Tahun Sandy tersebut.

Merayakan Ulang Tahun dalam Islam


Perlu diketahui, dalam islam memang terdapat hari yang dirayakan. Setidaknya terdapat tiga hari yang dirayakan dalam islam yaitu Hari Raya Iedul Fitri, Hari Raya Iedul Adha dan Hari Jum’ah. Sementara itu, untuk perayaan Hari Ulang Tahun tidak termasuk dalam katagori hari yang dirayakan dalam islam. Lantas, peryaan tahunan di luar ketiga Ied tersebud termasuk perayaan kaum apa? Itu patut dipertanyakan.

Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda:

إن لكل قوم عيدا وهذا عيدنا

Artinya: Setiap kaum memiliki Ied dan hari ini (Iedul Fitri) adalah Ied kita (Kaum Muslimin). (HR. Bukhori Muslim

Dari hadis tersebut jelas bahwa yang perlu dirayakan dalam islam hanya ada tiga Ied, yaitu Iedul Fitri setelah melakukan puasa satu bulan penuh, Iedul Adha (Hari Qurban) pada tanggal 10 Dzulhijjah dan Hari Jum’at.

Merayakan Ulang Tahun dalam Islam

Sebagai seorang muslim tentu bisa hidup hingga bertahun-tahun adalah sebuah anugerah yang luar biasa dari Allah yang patut disyukuri. Merayakan ulang tahun dengan berfoya-foya dan berlebihan merupakan tindakan yang dilarang dalam agama. Dalam kasus Sandy, teman-teman yang mengerjainya bisa terkena dua pelanggaran hukum sekaligus, yaitu Hukum islam dan hukum positif Negara Kesatuan Republik Indonesia karena melakukan perbuatan yang dapat menghilangkan nyawa seseorang.

Datangnya hari kelahira bagi seorang muslim harusnya disikap dengan melakukan berbagai hal, di antaranya:

1. Bersyukur karena masih diberi kesempatan hidup di dunia oleh Allah

2. Meningkatkan kualitas ibadah

3. Memanfaatkan umur yang diberikan dengan terus melakukan amal sholeh

4. Menjauhi segala perbuatan yang dilarang dalam agama. Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Peristiwa yang menimpa Sandy sudah selayaknya menjadi pelajaran bagi kita semua, agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar ajaran agama. Masih banyak cara positif dan bernilai ibadah yang bisa dilakukan dalam memeringati hari kelahiran seseorang. Demikian artikel tentang Merayakan Ulang Tahun dalam Islam. Semoga dapat bermanfaat. Wallahu a’lam.