Silsilah Makam Keluarga Raden Singo Suto / Singa Taruna (Mojotengah Wonosobo)

Masih sedikit yang tahu akan keberadaan Makam R. Singosuto / Singo Taruno ini. Makam ini terletak di daerah yang diberi nama Setana Gede (Istana Agung) di atas pemakaman umum Desa Kebondalem (Kebun Istana) Kec. Mojotengah Kab. Wonosobo.

Silsilah Makam Keluarga Raden Singo Suto / Singa Taruna (Mojotengah Wonosobo)

Menurut ahli sejarah setempat (Juru Kunci Makam) yaitu Bapak Sobarudin (Kadus Mojotengah Desa Mojosari Kec. Mojotengah Kab. Wonosobo) kisah perjuangan R. Singo Suto dalam menyebarkan ajaran islam sudah sangat lama, dilihat dari salah satu keturunan beliau yaitu Raden Muhammad Ngalim (R. Ahmad 'Alim) merupakan salah satu pejuang yang dibuang oleh Kolonial Belanda ke hutan belantara yang sangat angker yang merupakan tempat tinggal hewan buas maupun makhluk halus, bahkan pada saat itu dijuluki dengan istilah "SAPA WANI, MATI" (Siapa yang berani masuk ke hutan tersebut pasti meninggal) entah dimakan hewan buas ataupun yang lainnya karena begitu angkernya hutan tersebut.


Kisah Perjuangan R. Muhammad Ngalim (Mbah Ngalim) bin R. Singosuto di Hutan Bulus Purworejo

Mbah Ngalim lahir di Kampung Ciledok (yang dulunya kampung ini dijadikan Stasiun Kereta Api) sebelah barat Wonosobo pada tahun 1562 M. Tempat tinggalnya berlokasi yang sekarang dijadikan Mushola / Masjid Stasiun.

Nama lain Mbah Ngalim adalah Kyai Sayyid Ahmad Muhammad Alim, ada yang meriwayatkan bahwa beliau bermarga Basaiban dan termasuk keturunan Rosululloh SAW ke-32.

Perjuangannya melawan Kolonial Belanda yang kemudian akhirnya tertangkap dan dibuang ke hutan Bulus dengan maksud agar Mbah Ngalim dimakan binatang buas.

Akan tetapi karena karomah Mbah Ngalim, semua binatang buas dan demit (makhluk halus) yang menghuni hutan tersebut menjadi takluk serta tunduk pada Mbah Ngalim. Kemudian Mbah Ngalim mendirikan pondok pesantren Bulus Purworejo. Kemudian murid-murid beliau menyusul ke Bulus.

Menurut narasumber, Mbah Ngalim berpindah-pindah sampai 28 kali pindah tempat. Setiap tempat singgah Beliau pasti menjadi Masjid/Mushola.


Mbah Ngalim memiliki 3 istri dan 8 keturunan;

  1. Dari Istri Kalibening Wonosobo
    • Sayyidah Nyai Tolabudin Paguan Kaliboto Purworejo
    • Sayyidah Nyai Khasanadi Munggang Kreteg Wonosobo
    • Kyai Sayyid Ngabduljalal Bulu Salaman Magelang
    • Kyai Sayyid Mualim Pancalan Loano Purworejo
  2. Dari Istri Banyuurip Purworejo
    • Kyai Sayyid Rofingi Sorogenen Purworejo
    • Sayyidah Nyai Zaenul Ngalim Greges Tembarak Temanggung
  3. Dari Istri Kedung Dowo
    • Kyai Sayyid Muhammad Alim Loano Purworejo
    • Kyai Sayyid Muhammad Zein Solotiyang Purworejo


Dan pada akhirnya Mbah Ngalim kembali ke Bulus wafat disana. Beliau wafat pada hari Jum'at Pahing tanggal 1 Jumadil Akhir tahun 1262 H / 1842 M pada usia kurang lebih 280 tahun. Beliau dimakamkan di sebelah Barat Pengimaman Masjid Bulus.

Baca selengkapnya tentang Silsilah dan Sejarah Mbah Ngalim


Setelah Mbah Ngalim Wafat

Sepeninggal Mbah Ngalim, Pondok Bulus menjadi fakum selama kurang lebih 3 tahun, kemudian Bupati pertama Purworejo (KRA. Tjokronagoro I, 1830-1856) memerintahkan dari Golongan Sayyid / Habaib untuk meneruskan atau menghidupkan kembali Pondok Pesantren Bulus. 

Hingga saat ini Pondok Pesantren Bulus di asuh oleh keturunan Habaib tersebut, dan sekarang di asuh oleh Habib Wan Hasan Ba'bud.


Silsilah Mbah Ngalim

Kyai Sayyid Ahmad Muhammad Alim putra dari

  1. R. Singosuto / Singo Taruno, Makamnya di Setana Gede (Istana Agung) Dusun Mojotengah Desa Mojosari Kec. Mojotengah Kab. Wonosobo, bin
  2. R. Ngalim Marsitojoyo, Makamnya di Setana Gede (Istana Agung) Dusun Mojotengah Desa Mojosari Kec. Mojotengah Kab. Wonosobo, bin
  3. R. Martogati, Makamnya di Desa Wonokromo Kec. Mojotengah Kab. Wonosobo, bin
  4. R. Dalem Agung, Makamnya di Desa Slukatan Kec. Mojotengah Kab. Wonosobo.
    • Istri : Nyai Kemuning Dalem Agung, Makamnya di Setana Gede (Istana Agung) Dusun Mojotengah Desa Mojosari Kec. Mojotengah Kab. Wonosobo, binti
  5. RA. Nyai Dilem Bandok / Dalem Gondok, Makamnya di sebelah Selatan Lapangan Desa Wonokromo Kec. Mojotengah Kab. Wonosobo. binti
  6. Kyai Bekel, Makamnya di Desa Wonoyoso Kec. Karangkobar Kab. Banjarnegara.
    • Istri : Nyai Srigiti, Makamnya di Desa Wonoyoso Kec. Karangkobar Kab. Banjarnegara. binti
  7. Pangeran Bayat / Sunan Bayat, Makamnya di Bunderan Desa Krasak Kec. Mojotengah Kab. Wonosobo.
    • Istri : Nyai Segati, Makamnya di Desa Siwadas Kec. Garung Kab. Wonosobo, binti
  8. Sunan Kudus, bin
  9. Sunan Ngudung / Gajah Kedaton (Panglima Perang Demak).
    • Istri : Syarifah, binti
  10.  Sunan Ampel, bin
  11. Maulana Malik Ibrahim / Sunan Gresik, bin
  12. Syekh Jumadil Kubro, Pondok Dukuh Semarang, bin
  13. Ahmad Syah Jalal (Jalaluddin Khan), bin
  14. Abdullah Khan (al - Azhamat Khan), bin
  15. Abdul Malik (Ahmad Khan), bin
  16. Alwi Ammi al - Faqih, bin
  17. Muhammad Shahib Mirbath, bin
  18. Ali Khali' Qasam, bin
  19. Alwi ats - Tsani, bin
  20. Muhammad Sahibus Saumiah, bin
  21. Alwi Awwal, bin
  22. Ubaidullah, bin
  23. Ahmad al - Muhajir, bin
  24. Isa ar - Rummi, bin
  25. Muhammad al - Naqib, bin
  26. Ali al - Uraidhi, bin
  27. Ja'far ash - Shadiq, bin
  28. Muhammad al - Baqir, bin
  29. Ali Zainal Abidin, bin
  30. Sayyidina Husein, bin
  31. Sayyidatina Fatimah, ra, binti
  32. Rosulullah Muhammad SAW


Pemakaman Setana Gede

Pada komplek makam tersebut yang terletak di Setana Gede (Istana Agung) terdapat 3 makam dari Keluarga Mbah Singosuto yaitu:

  1. RA. Nyai Kemuning Dalem Agung
  2. R. Ngalim Marsito Joyo / R. Alim Marsitojoyo
  3. R. Singosuto / R. Singo Taruna


Makam RA. Nyai Kemuning Dalem Agung

Makam RA. Nyai Kemuning Dalem Agung  Makam RA. Nyai Kemuning Dalem Agung


Makam R. Ngalim Marsitojoyo

Makam R. Ngalim Marsitojoyo  Makam R. Ngalim Marsitojoyo


Makam R. Singosuto / R. Singo Taruno

Makam R. Singosuto / R. Singo Taruno  Makam R. Singosuto / R. Singo Taruno


Makam Raden Maos Pati

Selain itu disana juga terdapat makam Raden Maos Pati Abdulloh, Istrinya bernama Nyai Murti Singo Diningrat.

Makam Raden Maos Pati Abdulloh  Makam Raden Maos Pati Abdulloh


Tidak Jauh dari lokasi tersebut. Terdapat pula Makam Raden Maos Pati Abdurrohim (Mas Patih Leksono) yang juga memiliki nama lain Mbah Kyai Macan Putih bin Mbah Kyai Abdulloh, yaitu di seberang jalan raya dan di pemakaman umum warga.


Demikian informasi yang kami terima, apabila sekiranya kurang sesuai mohon untuk memberi tahu kami melalui kolom komentar di bawah atau bisa melalui Kontak kami.

Mau donasi lewat mana?

Paypal
Bank BRI - KHASUN / Rek : 3660-01-015356-53-8
Traktir creator minum kopi dengan cara memberi sedikit donasi. klik icon panah di atas
Baca juga :
elzeno

Subscribe YouTube Kami Juga Ya