Membalikkan Kedua Telapak Tangan Saat Berdoa Untuk Menghilangkan Bala

Membalikkan Kedua Telapak Tangan Saat Berdoa Untuk Menghilangkan Bala

Imam Nawawi dalam kitab beliau, “Syarah Shohih Muslim” menjelaskan, Sekelompok ashhab madzhab syafi’i dan ulama’ lainnya menyatakan bahwa disunatkan untuk membalikkan kedua telapak tangan saat berdo’a untuk menghilangkan bala’ (cobaan). Ketentuan hukum ini didasarkan pada hadits ;
ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍﺳْﺘَﺴْﻘَﻰ، ﻓَﺄَﺷَﺎﺭَ ﺑِﻈَﻬْﺮِ ﻛَﻔَّﻴْﻪِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ
“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memohon hujan, lalu beliau menunjuk dengan kedua punggung tangannya mengahadap ke arah langit.” (Shohih Muslim, no.895)
Ketentuan hukum ini juga dikuatkan dengan penjelasan sebagian ulama’ yang mentafsirkan ayat ;
ﻭَﻳَﺪْﻋُﻮﻧَﻨَﺎ ﺭَﻏَﺒًﺎ ﻭَﺭَﻫَﺒًﺎ
“Dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas.” (Q.S. Al Anbiya’ : 90)
Kata ” roghb” ditafsirkan, berdo’a dengan menghadapkan bagian dalam telapak tangan menghadap keatas, dan kata “rohab” ditafsirkan berdo’a dengan menghadapkan bagian dalam telapak tangan kebawah (dibalik).
Adapun hikmah membalikkan tangan saat berdo’a tolak bala’ adalah sebagai simbol permohonan agar keadaan buruk yang sedang menimpa lekas berubah atau agar tidak terjadi bala’ pada dirinya.
Syaikh ibnu hajar dan syaikh Ramli, dua ulama besar yang sering dijadikan rujukan utama didalam mazhab Syafi’iyah, juga berpendapat “setiap orang yang berdoa, baik disaat qunut ataupun doa yang lain, jika sedang berdoa agar dijauhkan dari bala, dianjurkan untuk menghadapkan zahir (punggung) telapak tangannya ke arah langit (membalikkan telapak tangan) sekalipun doa tersebut berbentuk thalab (tuntutan) seperti
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﺳﻘﻨﺎ ﻏﻴﺜﺎًﻣﻐﻴﺜﺎً ……….. ﺍﻟﺦ
Karena maksud dengan doa agar dijauhkannya bala adalah setiap doa yang punya maksud agar tidak diberikan bala oleh Allah SWT.”
Selain itu, membalikkan telapak tangan ini dilakukan juga karena ittiba’ (mengikuti perbuatan) Nabi, juga karena bertujuan sebagai isyarah agar dijauhkan dari bala sebagaimana kebalikan dari tujuan menghadapkan batin telapak tangan kearah langit sebagai istyarah menerima setiap pemberian Allah dari setiap doa yang dipanjatkan oleh orang mukmin. Ini juga sebagai simbol permohonan agar keadaan buruk yang sedang menimpa lekas berubah atau agar tidak terjadi bala’ pada dirinya.

————

Referensi :
Syarah Muslim Lin Nawawi, Juz : 6 Hal : 190
ﻭﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋَﺒْﺪُ ﺑْﻦُ ﺣُﻤَﻴْﺪٍ، ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺍﻟْﺤَﺴَﻦُ ﺑْﻦُ ﻣُﻮﺳَﻰ، ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺣَﻤَّﺎﺩُ ﺑْﻦُ ﺳَﻠَﻤَﺔَ، ﻋَﻦْ ﺛَﺎﺑِﺖٍ، ﻋَﻦْ ﺃَﻧَﺲِ ﺑْﻦِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ، ‏« ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍﺳْﺘَﺴْﻘَﻰ، ﻓَﺄَﺷَﺎﺭَ ﺑِﻈَﻬْﺮِ ﻛَﻔَّﻴْﻪِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ
ﻗﻮﻟﻪ ﺇﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﺳﺘﺴﻘﻰ ﻓﺄﺷﺎﺭ ﺑﻈﻬﺮ ﻛﻔﻴﻪ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻗﺎﻝ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻣﻦ ﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺩﻋﺎﺀ ﻟﺮﻓﻊ ﺑﻼﺀ ﻛﺎﻟﻘﺤﻂ ﻭﻧﺤﻮﻩ ﺃﻥ ﻳﺮﻓﻊ ﻳﺪﻳﻪ ﻭﻳﺠﻌﻞ ﻇﻬﺮ ﻛﻔﻴﻪ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ
Subulus Salam, Juz : 1 Hal : 455
ﻭﻋﻦ ﺃﻧﺲ – ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ – ‏« ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺍﺳﺘﺴﻘﻰ ﻓﺄﺷﺎﺭ ﺑﻈﻬﺮ ﻛﻔﻪ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ‏» . ﺃﺧﺮﺟﻪ ﻣﺴﻠﻢ ‏) ﻓﻴﻪ ﺩﻻﻟﺔ ﺃﻧﻪ ﺇﺫﺍ ﺃﺭﻳﺪ ﺑﺎﻟﺪﻋﺎﺀ ﺭﻓﻊ ﺍﻟﺒﻼﺀ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﺮﻓﻊ ﻳﺪﻳﻪ ﻭﻳﺠﻌﻞ ﻇﻬﺮ ﻛﻔﻴﻪ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ، ﻭﺇﺫﺍ ﺩﻋﺎ ﺑﺴﺆﺍﻝ ﺷﻲﺀ ﻭﺗﺤﺼﻴﻠﻪ ﺟﻌﻞ ﺑﻄﻦ ﻛﻔﻴﻪ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ، ﻭﻗﺪ ﻭﺭﺩ ﺻﺮﻳﺤﺎ ﻓﻲ ﺣﺪﻳﺚ ﺧﻼﺩ ﺑﻦ ﺍﻟﺴﺎﺋﺐ ﻋﻦ ﺃﺑﻴﻪ ‏« ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻛﺎﻥ ﺇﺫﺍ ﺳﺄﻝ ﺟﻌﻞ ﺑﻄﻦ ﻛﻔﻴﻪ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ، ﻭﺇﺫﺍ ﺍﺳﺘﻌﺎﺫ ﺟﻌﻞ ﻇﻬﺮﻫﻤﺎ ﺇﻟﻴﻬﺎ ‏» ، ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻗﺪ ﻭﺭﺩ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ‏« ﺳﻠﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺒﻄﻮﻥ ﺃﻛﻔﻜﻢ ﻭﻻ ﺗﺴﺄﻟﻮﻩ ﺑﻈﻬﺮﻫﺎ ‏» ، ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺿﻌﻴﻔﺎ ﻓﺎﻟﺠﻤﻊ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﺃﻥ ﺣﺪﻳﺚ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﻳﺨﺘﺺ ﺑﻤﺎ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ ﺑﺤﺼﻮﻝ ﺷﻲﺀ ﻻ ﻟﺪﻓﻊ ﺑﻼﺀ، ﻭﻗﺪ ﻓﺴﺮ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : } ﻭﻳﺪﻋﻮﻧﻨﺎ ﺭﻏﺒﺎ ﻭﺭﻫﺒﺎ { ‏[ ﺍﻷﻧﺒﻴﺎﺀ : 90 ‏] ﺃﻥ ﺍﻟﺮﻏﺐ ﺑﺎﻟﺒﻄﻮﻥ ﻭﺍﻟﺮﻫﺐ ﺑﺎﻟﻈﻬﻮﺭ
Fathul Bari Li Ibnu Hajar, Juz : 2 Hal : 158
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺩﻋﺎﺀﻟﺮﻓﻊ ﺍﻟﺒﻼﺀ ﺃﻥ ﻳﺮﻓﻊ ﻳﺪﻳﻪ ﺟﺎﻋﻼ ﻇﻬﻮﺭ ﻛﻔﻴﻪ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻭﺇﺫﺍ ﺩﻋﺎ ﺑﺴﺆﺍﻝ ﺷﻲﺀ ﻭﺗﺤﺼﻴﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﺠﻌﻞ ﻛﻔﻴﻪ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﺍﻧﺘﻬﻰ ﻭﻗﺎﻝ ﻏﻴﺮﻩ ﺍﻟﺤﻜﻤﺔ ﻓﻲ ﺍﻹﺷﺎﺭﺓ ﺑﻈﻬﻮﺭ ﺍﻟﻜﻔﻴﻦ ﻓﻲ ﺍﻻﺳﺘﺴﻘﺎﺀ ﺩﻭﻥ ﻏﻴﺮﻩ ﻟﻠﺘﻔﺎﺅﻝ ﺑﺘﻘﻠﺐ ﺍﻟﺤﺎﻝ ﻇﻬﺮﺍ ﻟﺒﻄﻦ ﻛﻤﺎ ﻗﻴﻞ ﻓﻲ ﺗﺤﻮﻳﻞ ﺍﻟﺮﺩﺍﺀ ﺃﻭ ﻫﻮ ﺇﺷﺎﺭﺓ ﺇﻟﻰ ﺻﻔﺔ ﺍﻟﻤﺴﺌﻮﻝ ﻭﻫﻮ ﻧﺰﻭﻝ ﺍﻟﺴﺤﺎﺏ ﺇﻟﻰ ﺍﻷﺭﺽ
( ﻣﺴﺄﻟﺔ : ﻙ ‏) : ﻧﻘﻞ ﺍﻟﺨﻄﻴﺐ ﻋﻦ ﻓﺘﺎﻭﻱ ﺍﻟﺮﻣﻠﻲ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺴﻨّﻘﻠﺐ ﺍﻟﻜﻔﻴﻦ ﻓﻲ ﺩﻋﺎﺀ ﺍﻟﻘﻨﻮﺕ ﻋﻨﺪ ﻗﻮﻟﻪ : ﻭﻗﻨﺎ ﺷﺮ ﻣﺎ ﻗﻀﻴﺖ،ﺇﺫ ﺍﻟﺤﺮﻛﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻏﻴﺮ ﻣﻄﻠﻮﺑﺔ ﺑﻞ ﻳﻜﺮﻩ،ﻭﺟﺰﻡ ﺍﻟﺸﻮﺑﺮﻱ ﻭ ﺡ ﻝ ﺑﻨﺪﺑﻪ ﻗﺎﻻ : ﻷﻥ ﻣﺤﻞ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﺍﻟﺤﺮﻛﺔ ﻓﻴﻤﺎ ﻟﻢ ﻳﺮﺩ،ﻭﺍﻟﻤﻔﻬﻮﻡ ﻣﻦ ﻇﺎﻫﺮ ﻛﻼﻡ ﺍﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﻭﺻﺮﻳﺢ ﻛﻼﻡ ‏( ﻡ ﺭ ‏) : ﺃﻥ ﻛﻞ ﺩﺍﻉ ﻓﻲ ﻗﻨﻮﺕ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺃﻭ ﻓﻲ ﻏﻴﺮﻫﺎ ﺇﻥ ﺩﻋﺎ ﺑﺮﻓﻊ ﻣﺎ ﻧﺰﻝ ﺑﻪ ﻣﻦ ﺑﻼﺀ ﺟﻌﻞ ﻇﻬﺮ ﻛﻔﻴﻪ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻣﻦ ﺃﻭﻝ ﺍﻟﻘﻨﻮﺕ ﺇﻟﻰ ﺁﺧﺮﻩ،ﺃﻱ ﻗﻨﻮﺕ ﻛﺎﻥ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺑﺼﻴﻐﺔ ﺍﻟﻄﻠﺐ،ﻛﺎﻟﻠﻬﻢ ﺍﺳﻘﻨﺎ ﻏﻴﺜﺎًﻣﻐﻴﺜﺎًﺍﻟﺦ،ﻷﻥ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑﻘﻮﻟﻬﻢ ﺑﺮﻓﻊ ﺑﻼﺀ ﺃﻱ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻤﻘﺼﻮﺩ ﻣﻨﻪ ﺭﻓﻊ ﺍﻟﺒﻼﺀ،ﻭﻳﺆﻳﺪﻩ ﺍﻟﺘﺼﺮﻳﺢ ﺑﻨﺪﺏ ﺭﻓﻊ ﺍﻟﻴﺪﻳﻦ ﻓﻲ ﺣﺎﻝ ﺍﻟﺜﻨﺎﺀ ﻣﻊ ﺃﻧﻪ ﻻ ﺩﻋﺎﺀ ﻓﻴﻪ